Locus of Control (LoC)

kabayan

Locus of Control (LoC)

Dalam bahasa psikologi bahwa setiap manusia memiliki Cara masing2 dalam mengontrol dirinya, yg disebut LoC.

LoC dapat timbul secara Internal dan Eksternal.

Contoh:

Pengendara tidak akan melanggar Rambu Lalu Lintas apabila ada Polantas (LoC Eksternal). Apabila petugas polantas tidak ada dia akan melanggar lagi.

Pengendara tidak akan melanggar rambu lal u lintas Baik ada petugas Maupun tidak ada petugas/polantas (LoC Internal). Apabila dia secara tidak sengaja melanggar yang dirasakan adalah rasa ketidaknyamanan setelah melakukan pelanggaran.

Fakta yang kita lihat sebagai pemandangan sehari-hari adalah:

1. Rambu2 tidak ada dalam Satu haripun yg tidak dilanggar oleh pengendara, kecuali kita tutup mata/pembiaran.
2. Orangtua membonceng anak ke sekolah Tanpa helm bahkan boncengan lebih dari 2 penumpang tmsk naik melintas diatas trotoar/ tempat pejalan kaki. Itu sudah penanaman mental buruk buat si anak sejak usia Dini.
3. Anak dibawah umur banyak yg. mengendarai R2/R4 hal ini merupakan kebanggaan ortu bhw anaknya sdh pintar Bawa kendaraan sendiri dan berani kucing2an dg Polisi.
4. Petugas cenderung apatis menegur apalagi menindak krn takut ditegur sehubungan pelanggar adalah keluarga dari atasan.

Jadi upaya apa yg hrs kita  laksanakan?? Kita hrs segera mulai banyak membekali diri utk ke arah Profesional, Modern untuk menjalankan Amanah yg berat ini :

1. Tumbuhkan LoC pada diri sendiri.
2. Tumbuhkan LoC pada organisasi kita pada posisi apapun.

Insya ALLAH……Al Fatihah.

By: dayatonya
Makassar, 6 November 2012
“Perbaiki Terus Kapalmu karena Lautan akan semakin Dalam”