Kompol Muhammad Hidayat : Persib Melekat di Hati

Bersyukurlah para bobotoh yang bisa menyaksikan langsung pertandingan Persib di Stadion Siliwangi. Sebab tak semua orang bisa melakukannya. Bagi sebagai orang, hadir langsung di Stadion Siliwangi hanya sebatas mimpi belaka. Setidaknya ini dirasakan oleh Kompol Muhammad Hidayat SIK SH MH, yang kini menjabat sebagai Wakapolresta Bandung Timur. Tugasnya sebagai polisi membuat bobotoh yang satu ini hanya bisa menonton laga Persib melalui tayangan televisi. "Kebetulan setiap kali Persib main, saya mendapat tugas pengamanan luar. Artinya saya harus mengamankan lingkungan di luar stadion. Jadi nonton Persib nya hanya bisa lewat televisi, itu pun hanya sambil lalu karena harus mengamankan situasi," tutur Hidayat.


Interaksi Hidayat dengan Persib terjadi jauh sebelum memangku jabatan sebagai Wakapolresta Bandung Timur. Ketika menjabat sebagai Kapuskodalops Polresta Bandung Barat, 2001 2002 dan Kapolsekta Astanaanyar, 2002 2004, Hidayat sudah terlibat aktif melaksanakan tugas pengamanan luar Persib.

"Saat itu pengamanan luar sangat penting karena kalau Persib kalah, bobotoh ngamuk. Pot pot bunga dan fasilitas umum dirusak, makanya saya jaga jalur di sepanjang Jalan Sudirman maupun di sekitar Astanaanyar," ungkap Hidayat. Meski tak bisa menyaksikan Persib secara langsung namun tak mengurangi kecintaan suami dari Sonia Hadija ini terhadap tim Maung Bandung. "Persib itu sudah melekat di hati saya dan rasanya tak mungkin pindah ke lain hati he.he.he.," ujar pria kelahiran Jakarta 4 Februari 1973 ini. Mengapa menyukai Persib, Hidayat punya alasan tersendiri. "Persib itu sejak dulu dikenal memeragakan sepak bola cantik. Permainannya sangat memanjakan mata penonton, jadi kalau nggak nonton rugi deh," tandas ayah tiga anak ini.(san)

 

Korban KKN
Jika tak terjadi KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dalam dunia sepak bola tanah air, polisi yang satu ini mungkin sudah menjadi pemain bola. Lho kok bisa? Inilah ceritanya.Tahun 1986, Hidayat yang saat itu masih berusia 13 tahun sempat tergabung dalam SSB Persija Jakarta. Permainannya yang menawan membuat Hidayat lolos seleksi dan direkomendasikan untuk main di Piala Suratin di Medan. Namun apa yang terjadi jauh dari harapannya. Sesaat sebelum berangkat, tiba tiba pengurus Persija membatalkan keberangkatan Hidayat. Ironisnya, pengurus Persija mengganti Hidayat dengan pemain yang tidak lolos seleksi."Saya sakit hati dengan keputusan itu. Pemain pengganti saya itu tidak lolos seleksi. Belakangan saya tahu, orang tuanya melobi pengurus Persija agar dia diberangkatan menggantikan saya," tandas Hidayat.

Sejak itu Hidayat patah arang dan membuang jauh jauh mimpinya menjadi pemain bola. Bahkan saat menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol), Hidayat memilih bola basket sebagai olah raga favoritnya. "Susah kalau olah raga sudah terjangkit penyakit KKN, nggak akan maju," tandas pria yang kini kembali menekuni sepak bola meskipun hanya sebatas hobi."Ayo kalau mau main bola sama saya, kita cari keringat aja lah," ujar pria yang biasa berposisi sebagai strker ini.(san)

Kenangan Bersama Robby Darwis
KARENA sejak kecil hobi main bola, maka Hidayat sangat antusias saat Haji Nursalim, ayahnya memasukannya ke SSB Persija. Saat main di SSB itu lah, pria berpembawaan tegas ini memiliki kenangan indah bersama tim Persib. Saat itu tahun 1985, Hidayat bersama rekan seusianya main laga ekshibisi menjelang partai final Perserikatan antara Persib PSMS. "Gila bener, saat itu Senayan penuh banget. Saya sampai melongo, kok bobotoh Persib begitu banyak," ujar Hidayat.

Saat itu lah Hidayat pertama kali berjumpa dengan Robby Darwis. "Waktu kemarin saya ngobrol sama Kang Robby, dia langsung bilang oh iya kamu ya yang waktu itu masih kecil ha.ha.ha," tutur Hidayat. Selain di Senayan, tahun 80 an Hidayat juga mempunyai kenangan dengan bintang bintang Persib saat main di Sumedang. Ketika itu Adjat Sudradjat cs berkunjung ke Darmaraja, Sumedang, kampung halaman ibu kandung Hidayat. "Saya waktu itu main lawan Adjat Sudradjat, wah memang Adjat mainnya gila. Jadi menurut saya tim Persib terbaik itu memang jamannya Adjat. Pokoknya gile bener",puji Hidayat.(san)

 


Courtesy : TribunJabar ( www.tribunjabar.co.id)